Perjalanan Hidup saya sampai jadi Pendeta. Part I
Nama saya Adiono Hutagalung, saya anak ke empat dari empat
bersaudara, dulu waktu saya mulai kelas 5 SD sudah merasakan nikmatnya
rokok, namun itu saya lakukan dengan sembunyi-sembunyi, hal itu saya
lakukan hingga saya sudah SMA, bahkan bukan hanya rokok yang bebas
diperjual belikan yang saya nikmati tapi juga ganja, selain ganja saya
juga suka mengkonsumsi minuman keras dan mabuk2kan.
Saya juga tidak suka ibadah, yang saya suka hanyalah melakukan perbuatan2 yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, mulai dari mencuri, berkelahi, mengucapkan kata2 kotor, begadang, tidak taat kepada orang tua, menonton porno, masturbasi, dll.
ketika gaya hidup saya demikian, akhirnya saya putus sekolah di kelas di Kelas 1 SMK dan memang itulah keinginan saya, apa lagi banyak mata pelajaran yang tidak dapat lagi saya ikuti, apa lagi soal pelajaran matematika...hehehe..
Setelah beberapa waktu lamanya saya putus sekolah, ada seseorang yg menawarkan saya untuk bekerja di Pekan Baru Riau di perusahaan yang bergerak dibidang penanaman pohon hakasia yang nantinya akan dijadikan kertas.
Orang tersebut mengiming-imingi gaji yang bisa dikatakan lumayan dan pada akhirnya saya menerima tawaran kerja tersebut. Setelah itu kami akhirnya berangkat ke Pekan Baru, dan kami sampai di sana. Lokasi perusahaan ini sangat jauh, harus menyebrangi sungai Siak yang luas dengan kapal2 tongkang pengangkut kayu2 besar, setelah kami sampai di darat sebrang sungai kami masuk kedalam hutan luas dimana binatang seperti gajah, harimau dll masih ada, pokoknya sangat menyeramkan sekali.
Setelah sampai ketempat tujuan, saya pikir saya dan yang lainnya akan tinggal di sebuah rumah yang lengkap dengan fasilitas yang wajar, seperti Listrik, TV, Kamar tidur, kamar mandi, tetapi semua diluar dugaan saya. Rupanya kami harus mendirikan tenda seadanya, ditengah hutan luas dengan fasilitas seadanya...namun waktu itu saya belum menyesal pikir ku " walaupun tinggalnya di tenda kalau gajinya lumayan tidak apa2, bisa menghemat dan mengumpulkan duit".
Hari demi hari kami lewati dengan banyak hal-hal menyeramkan terjadi, mulai dengan melihat hantu, istri dan anak kawan saya dibawa setan ke hutan, ada yang melibas-libas tenda dan ada yang membunyikan periuk dan belanga seperti orang yg sedang memasak...saya tahu itu sudah pasti hantu2 hutan...hahaha...
Pernah suatu kali saya sedang bekerja menanam pohon hakasia di areal saya, tiba-tiba hal yang mengejutkan sekaligus menyeramkan, yaitu saya tanpa sengaja memijak gundukan tanah dan saya penasaran dengan gundukan ini, kemudian saya periksa, wahhh...saya sangat terkejut, rupanya itu tengkorak kepala mirip kepala manusia...kemudian tengkorak itu saya tanam kembali dan melanjutkan pekerjaan saya, sambil berpikir "apakah orang-orang yg bekerja di sini adalah orang-orang yang dijual, dan diperlakukan dengan suka hati seperti budak?""
Saya dan 8 karyawan lainnya sudah mulai bekerja, dan singkat cerita pada bulan pertama sampai bulan kesembilan kami tidak kunjung menerima gaji. Namun anehnya kami diperbolehkan berhutang kecuali Uang, kami hanya dibolehin berhutang dengan jenis seperti rokok, beras, indomi, dll. Alasannya selalu bulan depan...
Akhirnya saya dan kawan2 mulai curiga, apakah kita ini sedang dijual ??
Pada suatu waktu ada seorang teman meminta untuk keluar dari perusahaan ini, tapi tidak diperbolehkan bahkan marah-marah.
Dan saya sendiri melihat ada seorang anggota karyawan dari kelompok yang berbeda sedang membalut tangannya dengan kain sepertinya terluka, kemudian saya bertanya mengenai orang tersebut kepada yang lain, yang benar saja orang tersebut kedapatan mencoba melarikan diri, kemudian mereka menyakiti dia sehingga tangannya patah.
mungkin pembaca kisah ini bertanya mengapa tidak dilaporkan saja ke polisi?? bagaimana caranya, polisinya saja ada di pihak mereka. mengapa tidak didemo saja, ??? caranya bagaimana, lha mereka punya polisi dan punya senjata. yang kami lakukan yah hanya diam saja...
Akhirnya kami tidak tahan, kemudia kami mencoba untuk melarikan diri dengan diam-diam??
saya ceritakan ini di part 2..capek nulisnya..hehehe
Saya juga tidak suka ibadah, yang saya suka hanyalah melakukan perbuatan2 yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, mulai dari mencuri, berkelahi, mengucapkan kata2 kotor, begadang, tidak taat kepada orang tua, menonton porno, masturbasi, dll.
ketika gaya hidup saya demikian, akhirnya saya putus sekolah di kelas di Kelas 1 SMK dan memang itulah keinginan saya, apa lagi banyak mata pelajaran yang tidak dapat lagi saya ikuti, apa lagi soal pelajaran matematika...hehehe..
Setelah beberapa waktu lamanya saya putus sekolah, ada seseorang yg menawarkan saya untuk bekerja di Pekan Baru Riau di perusahaan yang bergerak dibidang penanaman pohon hakasia yang nantinya akan dijadikan kertas.
Orang tersebut mengiming-imingi gaji yang bisa dikatakan lumayan dan pada akhirnya saya menerima tawaran kerja tersebut. Setelah itu kami akhirnya berangkat ke Pekan Baru, dan kami sampai di sana. Lokasi perusahaan ini sangat jauh, harus menyebrangi sungai Siak yang luas dengan kapal2 tongkang pengangkut kayu2 besar, setelah kami sampai di darat sebrang sungai kami masuk kedalam hutan luas dimana binatang seperti gajah, harimau dll masih ada, pokoknya sangat menyeramkan sekali.
Setelah sampai ketempat tujuan, saya pikir saya dan yang lainnya akan tinggal di sebuah rumah yang lengkap dengan fasilitas yang wajar, seperti Listrik, TV, Kamar tidur, kamar mandi, tetapi semua diluar dugaan saya. Rupanya kami harus mendirikan tenda seadanya, ditengah hutan luas dengan fasilitas seadanya...namun waktu itu saya belum menyesal pikir ku " walaupun tinggalnya di tenda kalau gajinya lumayan tidak apa2, bisa menghemat dan mengumpulkan duit".
Hari demi hari kami lewati dengan banyak hal-hal menyeramkan terjadi, mulai dengan melihat hantu, istri dan anak kawan saya dibawa setan ke hutan, ada yang melibas-libas tenda dan ada yang membunyikan periuk dan belanga seperti orang yg sedang memasak...saya tahu itu sudah pasti hantu2 hutan...hahaha...
Pernah suatu kali saya sedang bekerja menanam pohon hakasia di areal saya, tiba-tiba hal yang mengejutkan sekaligus menyeramkan, yaitu saya tanpa sengaja memijak gundukan tanah dan saya penasaran dengan gundukan ini, kemudian saya periksa, wahhh...saya sangat terkejut, rupanya itu tengkorak kepala mirip kepala manusia...kemudian tengkorak itu saya tanam kembali dan melanjutkan pekerjaan saya, sambil berpikir "apakah orang-orang yg bekerja di sini adalah orang-orang yang dijual, dan diperlakukan dengan suka hati seperti budak?""
Saya dan 8 karyawan lainnya sudah mulai bekerja, dan singkat cerita pada bulan pertama sampai bulan kesembilan kami tidak kunjung menerima gaji. Namun anehnya kami diperbolehkan berhutang kecuali Uang, kami hanya dibolehin berhutang dengan jenis seperti rokok, beras, indomi, dll. Alasannya selalu bulan depan...
Akhirnya saya dan kawan2 mulai curiga, apakah kita ini sedang dijual ??
Pada suatu waktu ada seorang teman meminta untuk keluar dari perusahaan ini, tapi tidak diperbolehkan bahkan marah-marah.
Dan saya sendiri melihat ada seorang anggota karyawan dari kelompok yang berbeda sedang membalut tangannya dengan kain sepertinya terluka, kemudian saya bertanya mengenai orang tersebut kepada yang lain, yang benar saja orang tersebut kedapatan mencoba melarikan diri, kemudian mereka menyakiti dia sehingga tangannya patah.
mungkin pembaca kisah ini bertanya mengapa tidak dilaporkan saja ke polisi?? bagaimana caranya, polisinya saja ada di pihak mereka. mengapa tidak didemo saja, ??? caranya bagaimana, lha mereka punya polisi dan punya senjata. yang kami lakukan yah hanya diam saja...
Akhirnya kami tidak tahan, kemudia kami mencoba untuk melarikan diri dengan diam-diam??
saya ceritakan ini di part 2..capek nulisnya..hehehe
Komentar
Posting Komentar