Kisah Singkat saya dengan Pelayanan BPJS

Pada suatu waktu saya merasa harus berobat karena saya merasakan sesak di tenggorokan, kemudian saya pergi ke puskesmas untuk mengambil rujukan. Setelah rujukan sudah ada ditangan saya, saya langsung berangkat ke RSUD sesuai dengan rujukan dari puskesmas tadi.

Setelah proses-demi proses saya lewati, akhirnya saya menunggu giliran. Ketika tiba giliran saya, saya dipanggil langsung menghadap dokter spesialis dalam. beginilah Percakapan kami :

Saya : selamat pagi dok?
dokter : selamat pagi, apa keluhannya?
saya : saya merasa sesak dan batuk.
Dokter : Sudah berapa lama??
saya : sudah lebih satu tahun dok, saya tahan2 tapi kali ini saya tidak tahan lagi sesaknya.
dokter : Ok kalau begitu kamu harus di rongent dulu dan setelah itu bawa hasilnya ke sini yah..
Saya : Oke Pak.

kemudia saya pergi ke Lab untuk di rontgen, dan setelah hasil rongentnya sudah keluar dan di baca oleh dok Sp. Paru, selanjutnya saya bawa dan menyerahkan ke dokter Sp. dalam tadi.

Saya : dok, ini hasilnya.
Dokter : oh..ini adalah penyakit bronkitis kronis.
(kemudian dokter ini menuliskan resep obat dan diserahkan ke pada saya)
Saya : dok kapan saya akan datang lagi untuk berobat??
Dokter : yah kalau kamu sudah merasa baikan, gak usah datang lagi, tapi kalau belum yah datang lagi.
(saya berpikir, loh inikan penyakit serius dan pengobatannya harus jangka panjang, kok jawaban dokter ini seperti jawaban untuk penyakit demam atau sakit gigi...aneh)

kemudian staff perawat memanggil saya untuk mengambil berkas2 untuk saya serahkan ke apotik.

Staff: heh Adiono (dengan suara keras dan tidak ber etika), kamu kok berobat di sini, kan di puskesmas ada obatnya untuk penyakitmu ini.

Saya : oh ia buk (dengan suara kesal)....

saya berpikir "emangnya ada alat rongent di puskesmas?? kok ibu ini dan dokternya ngawur semua.....pada hal saya bayar iuran terus 100 rbu per bulan....tapi pelayanan yg saya dapatkan seperti ini.... aduh....klo bisa pemerintah ini diperhatikanlah.




Komentar